Banyak bisnis gagal bukan karena produknya buruk, tetapi karena keuangan mereka tidak terkelola dengan baik. Salah satu penyebab utama kegagalan bisnis adalah salah dalam menetapkan harga, biaya, serta kehilangan kendali atas arus kas.

Dengan anggaran yang baik, bisnis bisa lebih terarah dalam mengelola keuangan dan menghindari berbagai risiko yang dapat menghambat pertumbuhan.

Lantas, bagaimana cara menyusun anggaran yang efektif? Mari kita bahas langkah-langkahnya secara lengkap.

Apa Itu Penyusunan Anggaran?

Penyusunan anggaran adalah proses perencanaan keuangan yang dilakukan perusahaan untuk menentukan berapa banyak sumber daya yang akan dialokasikan untuk berbagai aktivitas selama periode tertentu.

Anggaran tidak hanya membantu perusahaan dalam memperkirakan pendapatan dan pengeluaran, tetapi juga memastikan bahwa sumber daya digunakan dengan optimal untuk mencapai tujuan bisnis.

Secara umum, ada empat tahapan utama dalam penyusunan anggaran:

  1. Pengumpulan Data: Mengumpulkan informasi terkait penjualan, biaya operasional, dan kebutuhan keuangan lainnya.
  2. Perencanaan: Membuat proyeksi pendapatan dan pengeluaran berdasarkan data historis dan tren pasar.
  3. Penyusunan Anggaran: Mengalokasikan dana ke berbagai departemen atau proyek sesuai dengan prioritas bisnis.
  4. Evaluasi dan Revisi: Memantau pelaksanaan anggaran dan menyesuaikannya jika diperlukan.

Tujuan dan Manfaat Penyusunan Anggaran

Tujuan Penyusunan Anggaran

  • Perencanaan Keuangan: Membantu perusahaan mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif.
  • Pengendalian Biaya: Menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan memastikan efisiensi.
  • Evaluasi Kinerja: Menjadi acuan dalam mengukur keberhasilan bisnis.
  • Pengambilan Keputusan: Memudahkan manajemen dalam menentukan investasi dan pengeluaran.

Manfaat Penyusunan Anggaran

  • Meningkatkan Efisiensi: Dengan perencanaan yang matang, bisnis dapat memaksimalkan setiap sumber daya yang dimiliki.
  • Mengurangi Risiko Keuangan: Risiko keuangan dapat diminimalisir dengan alokasi anggaran yang tepat.
  • Menjaga Likuiditas: Memastikan ketersediaan kas untuk operasional bisnis.
  • Optimasi Keputusan Investasi: Mempermudah dalam menentukan prioritas investasi.
Baca Juga :  Ada Beberapa Konsep Dasar Akuntansi yang Harus Anda Tahu dan beserta Pengertiannya

Siklus Penyusunan Anggaran

Siklus anggaran adalah proses berulang yang dilakukan secara berkala untuk memastikan keuangan bisnis tetap stabil. Biasanya, siklus ini berlangsung dalam periode tahunan.

  1. Perencanaan (Planning): Menentukan tujuan keuangan dan strategi pencapaiannya.
  2. Penyusunan Anggaran (Budgeting): Menyusun alokasi dana secara detail berdasarkan data yang tersedia.
  3. Persetujuan dan Implementasi (Approval & Execution): Menyetujui anggaran dan mulai menggunakannya.
  4. Pengendalian dan Evaluasi (Control & Evaluation): Memantau pelaksanaan anggaran dan menyesuaikannya jika ada perubahan kondisi bisnis.

Dasar Penyusunan Anggaran

Agar anggaran yang disusun benar-benar efektif, beberapa faktor utama harus diperhatikan:

  1. Tujuan Perusahaan: Anggaran harus selaras dengan strategi jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.
  2. Perkiraan Pendapatan: Berdasarkan data historis dan tren pasar untuk memastikan target yang realistis.
  3. Analisis Biaya: Menghitung biaya tetap dan variabel agar pengeluaran tidak berlebihan.
  4. Kondisi Ekonomi: Memperhitungkan faktor eksternal seperti inflasi dan perubahan regulasi.
  5. Kinerja Keuangan Masa Lalu: Menggunakan data laporan keuangan sebelumnya sebagai referensi.
  6. Kebijakan Manajemen: Sesuai dengan strategi dan kebijakan perusahaan.

Langkah-Langkah Penyusunan Anggaran

Anggaran yang baik harus fleksibel dan mudah dipahami. Berikut adalah tujuh langkah utama dalam menyusun anggaran:

  1. Perkiraan Pendapatan: Menentukan jumlah pendapatan yang diharapkan dari penjualan produk atau jasa.
  2. Biaya Tetap: Menghitung biaya yang tidak berubah, seperti sewa dan asuransi.
  3. Biaya Variabel: Memperkirakan biaya yang berubah sesuai volume produksi atau penjualan.
  4. Biaya Satu Kali: Biaya yang tidak terjadi secara rutin, seperti pembelian peralatan baru.
  5. Arus Kas: Memonitor uang yang masuk dan keluar untuk memastikan likuiditas terjaga.
  6. Keuntungan: Menghitung laba bersih setelah semua pengeluaran dikurangi dari pendapatan.
  7. Pembuatan Kalkulator Anggaran: Menggunakan spreadsheet atau software untuk mempermudah pemantauan anggaran.
Baca Juga :  Ramadan Tiba, Langganan Software Akuntansi Lewat penjualanonline.id Dapat Diskon Khusus

Kesimpulan

Menyusun anggaran bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga tentang bagaimana mengelola keuangan dengan bijak. Dengan memahami tujuan, siklus, dan dasar penyusunan anggaran, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan dana dan memastikan bisnis berjalan dengan lebih efisien.

Gunakan panduan ini untuk membantu Anda dalam menyusun anggaran yang lebih baik dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis yang terus berkembang.

Accurate Online