Pada Intinya :
1. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sekaligus Asisten Gubernur BI, Dicky Kartikoyono, menyampaikan bahwa perluasan sistem keuangan digital bertujuan mempercepat inklusi keuangan nasional, khususnya bagi masyarakat di wilayah desa
2. Penggunaan software akuntansi berbasis cloud Accurate Online menjadi solusi praktis untuk mendukung transformasi ini. Dengan sistem yang terintegrasi, koperasi desa maupun pelaku usaha pendukung program MBG dapat mengelola keuangan secara lebih transparan dan efisien tanpa harus proses manual yang berisiko kesalahan
Ekosistem Keuangan Digital Didorong Hingga Tingkat Desa
Bank Indonesia (BI) terus memperkuat ekosistem keuangan digital nasional dengan memperluas implementasinya hingga ke desa. Langkah ini dilakukan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sekaligus Asisten Gubernur BI, Dicky Kartikoyono, menyampaikan bahwa perluasan sistem keuangan digital bertujuan mempercepat inklusi keuangan nasional, khususnya bagi masyarakat di wilayah desa.
Menurutnya, kehadiran koperasi desa, sekolah rakyat, serta implementasi program MBG membutuhkan dukungan sistem pembayaran dan transaksi digital yang terintegrasi agar berjalan efektif, transparan, dan efisien.
Lonjakan Transaksi Digital Nasional Semakin Signifikan
QRIS dan BI-FAST Jadi Motor Pertumbuhan Sistem Pembayaran
Sejalan dengan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025–2030, BI mencatat peningkatan signifikan dalam transaksi digital nasional.
Volume transaksi QRIS kini mencapai sekitar 300 miliar transaksi per tahun dengan nilai transaksi menyentuh Rp50 triliun. Sementara itu, sistem transfer dana cepat BI-FAST telah memproses transaksi hingga Rp1,7 kuadriliun.
Tak hanya itu, adopsi layanan mobile banking juga terus meningkat, di mana sekitar 90 persen perbankan di Indonesia telah memiliki layanan tersebut. Hal ini menunjukkan percepatan transformasi ekonomi digital yang semakin masif.
Tantangan Literasi dan Perlindungan Ekosistem Digital
Perlu Sinergi Lintas Lembaga
Meski pertumbuhan keuangan digital menunjukkan tren positif, BI juga mengakui adanya tantangan besar, terutama dalam aspek literasi digital masyarakat serta perlindungan ekosistem transaksi.
Perluasan ekonomi digital hingga ke desa tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi antara regulator, lembaga keuangan, koperasi, pelaku usaha, hingga penyedia sistem teknologi menjadi kunci utama agar transformasi digital benar-benar inklusif dan berkelanjutan.
Digitalisasi Desa dan MBG: Momentum Pelaku Usaha Berbenah Sistem Keuangan
Ekspansi keuangan digital ke desa membuka peluang besar bagi koperasi, UMKM, serta pelaku usaha yang terlibat dalam rantai distribusi program MBG. Dengan meningkatnya volume transaksi digital, kebutuhan pencatatan keuangan yang rapi dan real-time menjadi semakin krusial.
Di sinilah pentingnya penggunaan sistem pembukuan berbasis digital. Pelaku usaha yang terhubung dengan ekosistem pembayaran seperti QRIS dan transfer digital membutuhkan sistem akuntansi yang mampu:
– Mencatat transaksi otomatis
– Mengelola arus kas secara real-time
– Memantau stok dan distribusi
– Menyajikan laporan keuangan instan
Penggunaan software akuntansi berbasis cloud Accurate Online menjadi solusi praktis untuk mendukung transformasi ini. Dengan sistem yang terintegrasi, koperasi desa maupun pelaku usaha pendukung program MBG dapat mengelola keuangan secara lebih transparan dan efisien tanpa harus proses manual yang berisiko kesalahan.
Transformasi Digital Desa Butuh Sistem yang Terintegrasi
Perluasan keuangan digital oleh BI bukan hanya tentang transaksi non-tunai, tetapi juga tentang membangun ekosistem ekonomi desa yang modern dan berkelanjutan.
Program koperasi desa dan MBG akan semakin optimal jika didukung oleh sistem pencatatan dan pelaporan keuangan yang profesional. Transformasi digital tidak hanya berhenti di sisi pembayaran, tetapi juga harus menyentuh manajemen keuangan usaha.
Dengan kombinasi sistem pembayaran digital dan software akuntansi yang tepat, pelaku usaha desa dapat naik kelas dan siap bersaing dalam era ekonomi digital yang terus berkembang.
Penjualanonline.id Mitra resmi penjualan Accurate




