Pada Intinya :

1. Menurut Amran, pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi potensi gejolak harga pangan. Berbagai instrumen dijalankan secara simultan, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, hingga penyaluran bantuan pangan

2. Di tengah stabilitas inflasi dan kebijakan pangan yang semakin terjaga, pelaku usaha perlu memastikan pengelolaan keuangan bisnis berjalan tertib dan akurat. Accurate Online, software akuntansi berbasis cloud, membantu bisnis mencatat dan memantau keuangan secara real-time

Pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga sepanjang 2025. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi umum secara tahunan (year-on-year) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92%, masih berada dalam kisaran sasaran nasional 1,5%–3,5%.

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa tekanan harga dapat dikendalikan hingga akhir tahun, sekaligus mencerminkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Inflasi Pangan Menurun, Bukti Stabilitas Harga Semakin Kuat

Selain inflasi umum, perbaikan signifikan juga terlihat pada inflasi volatile food atau kelompok harga pangan bergejolak yang selama ini menjadi penyumbang utama inflasi.

Data menunjukkan bahwa rerata inflasi pangan tahunan selama 12 bulan mengalami tren penurunan. Pada 2024, inflasi pangan berada di level 4,88%, sementara pada 2025 berhasil ditekan menjadi 3,32%.

Penurunan ini menunjukkan bahwa pasokan pangan nasional semakin terjaga, distribusi membaik, serta intervensi pemerintah berjalan lebih efektif dibandingkan tahun sebelumnya

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menegaskan bahwa inflasi yang tetap terkendali hingga akhir 2025 merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah

Pemerintah Hadir Melalui Berbagai Instrumen Pengendalian Harga

Menurut Amran, pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi potensi gejolak harga pangan. Berbagai instrumen dijalankan secara simultan, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, hingga penyaluran bantuan pangan.

Baca Juga :  Catat Barang Persediaan dengan Nomor Seri, Nomor Produksi, dan Tanggal Kadaluarsa Pakai Accurate Online

Langkah-langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan tetap aman, harga stabil, dan masyarakat tetap tenang menghadapi dinamika ekonomi.

Gerakan Pangan Murah Jadi Andalan Kendali Inflasi Daerah

Salah satu instrumen utama pengendalian inflasi sepanjang 2025 adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan secara masif di berbagai daerah.

Hampir 12 Ribu Lokasi GPM Digelar di Seluruh Indonesia

Hingga akhir 2025, GPM telah dilaksanakan di 11.968 lokasi yang tersebar di 480 kabupaten/kota di 38 provinsi. Program ini mencatat realisasi anggaran yang tinggi serta tingkat kepuasan masyarakat mencapai 85,20% dengan kategori baik.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa GPM efektif dalam menekan harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

Baca Juga : Menkeu Purbaya Komitmen Dukung Kelancaran Impor Bahan Baku Tekstil, Pengusaha Dorong Regulasi Lebih Sederhana

Distribusi Pangan Diperkuat Lewat FDP dan Kios Pangan

Selain intervensi harga, pemerintah juga fokus memperlancar distribusi pangan antarwilayah agar pasokan tetap merata.

1. Fasilitasi Distribusi Pangan Lampaui Target

Sepanjang 2025, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) terealisasi sebesar 1.064 ton untuk delapan komoditas strategis, dengan capaian volume mencapai 118,3% dari target. Penyaluran didominasi beras, kedelai, minyak goreng, dan gula, khususnya ke wilayah dengan keterbatasan pasokan.

2. Kios Pangan Perluas Akses Pangan Pokok

Strategi distribusi juga diperkuat melalui pengembangan Kios Pangan sebagai alternatif akses pangan masyarakat. Hingga akhir 2025, jumlah Kios Pangan mencapai 1.737 kios yang tersebar di 34 provinsi, dengan konsentrasi terbesar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

3. SPHP Beras dan Bantuan Pangan Jadi Bantalan Sosial

Di sisi stabilisasi harga beras, Bapanas berkolaborasi dengan Perum Bulog untuk mengakselerasi penyaluran SPHP beras.

Baca Juga :  Accurate Online Cocok Digunakan Berbagai Jenis Usaha dan Mudah Digunakan

Penyaluran SPHP dan Bantuan Pangan Capai Ratusan Ribu Ton

Per 31 Desember 2025, penyaluran SPHP beras telah mencapai 802,9 ribu ton. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan dalam dua periode sepanjang 2025, mencakup beras dan minyak goreng dengan tingkat realisasi mencapai 95,04%, dan menjangkau 17,37 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Program ini berfungsi sebagai bantalan perlindungan sosial untuk menjaga konsumsi rumah tangga di tengah dinamika harga.

Stabilitas Inflasi Jadi Fondasi Ekonomi dan Dunia Usaha

Keberhasilan menjaga inflasi 2025 tetap terkendali menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Harga yang stabil memberikan kepastian bagi dunia usaha, memperkuat perencanaan bisnis, serta mendorong iklim usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Accurate Online, Solusi Kelola Keuangan Bisnis di Tengah Stabilitas Ekonomi

Di tengah stabilitas inflasi dan kebijakan pangan yang semakin terjaga, pelaku usaha perlu memastikan pengelolaan keuangan bisnis berjalan tertib dan akurat. Accurate Online, software akuntansi berbasis cloud, membantu bisnis mencatat dan memantau keuangan secara real-time.

Dengan Accurate Online, pelaku usaha dapat:

– Mengontrol biaya operasional dengan lebih presisi

– Memantau arus kas dan persediaan secara real-time

– Menyusun laporan keuangan dan pajak lebih akurat

– Mengambil keputusan bisnis berbasis data yang valid

Saat inflasi terkendali dan ekonomi stabil, bisnis yang memiliki sistem keuangan rapi akan tumbuh lebih cepat. Accurate Online menjadi partner tepat untuk mendukung pengelolaan keuangan bisnis yang siap menghadapi peluang ekonomi ke depan

Langganan Accurate Online melalui www.penjualanonline.id denga tim expert berpengalaman respon cepat dan ramah dalam pelayanan

KLIK DISINI Untuk Langganan Accurate