Pada Intinya :

1. Pengenaan biaya Rp500 untuk tarik tunai tanpa kartu Mandiri dan kenaikan biaya top up GoPay menjadi Rp1.200 menunjukkan bahwa nasabah perlu semakin cermat dalam mengelola transaksi digital

2. Accurate Online juga membantu proses rekonsiliasi bank, sehingga saldo di laporan keuangan dapat disesuaikan dengan mutasi rekening. Fitur ini penting bagi bisnis yang rutin menggunakan layanan perbankan digital

Mulai 15 Juli 2026, layanan tarik tunai tanpa kartu Bank Mandiri melalui aplikasi Livin’ by Mandiri akan dikenakan biaya sebesar Rp500 per transaksi. Sebelumnya, layanan ini dapat digunakan tanpa biaya tambahan.

Perubahan ini penting dipahami oleh nasabah, terutama pelaku usaha yang sering menggunakan transaksi digital untuk kebutuhan operasional harian. Meski nilainya terlihat kecil, biaya transaksi yang terjadi berulang dapat memengaruhi pencatatan keuangan jika tidak dikelola dengan baik.

Dalam konteks bisnis, setiap biaya administrasi bank perlu dicatat secara rapi. Di sinilah Accurate Online dapat membantu pemilik usaha mencatat biaya bank, memantau arus kas, dan menyusun laporan keuangan secara lebih akurat.

Apa Itu Tarik Tunai Tanpa Kartu Mandiri?

Tarik tunai tanpa kartu adalah layanan yang memungkinkan nasabah mengambil uang di ATM Bank Mandiri tanpa menggunakan kartu debit fisik.

Nasabah cukup menggunakan aplikasi Livin’ by Mandiri untuk membuat token tarik tunai. Setelah itu, transaksi dapat dilakukan di ATM dengan memasukkan nomor handphone yang terdaftar dan token yang sudah dibuat sebelumnya.

Fitur ini memudahkan nasabah karena transaksi dapat dilakukan lebih cepat dan praktis, terutama ketika kartu debit tertinggal atau tidak ingin digunakan secara langsung.

Rincian Biaya Tarik Tunai Tanpa Kartu Mandiri

1. Biaya Berlaku Mulai 15 Juli 2026

Bank Mandiri akan mengenakan biaya sebesar Rp500 untuk setiap transaksi tarik tunai tanpa kartu melalui Livin’ by Mandiri.

Baca Juga :  Makna Arti Barter : Pengertian, Sejarah, Syarat, Kelebihan dan Kekurangan Barter

Biaya ini berlaku ketika nasabah membuat token tarik tunai melalui aplikasi. Informasi biaya akan muncul sebelum token dibuat, sehingga nasabah tetap dapat mengecek detail transaksi sebelum melanjutkan proses.

2. Biaya Dapat Berbeda Sesuai Kebijakan Bank

Nominal Rp500 menjadi acuan umum. Namun, Bank Mandiri tetap dapat menerapkan struktur biaya yang berbeda sesuai kebijakan layanan.

Karena itu, nasabah perlu membaca halaman konfirmasi transaksi sebelum menyetujui pembuatan token. Langkah sederhana ini membantu nasabah mengetahui biaya yang akan dipotong sebelum transaksi dilakukan.

3. Informasi Biaya Muncul di Beberapa Menu

Nasabah dapat melihat informasi biaya tarik tunai tanpa kartu pada beberapa bagian di aplikasi Livin’ by Mandiri, seperti halaman konfirmasi transaksi, halaman hasil pembuatan token, daftar token, notifikasi inbox, dan halaman Share Token.

Dengan tampilan informasi tersebut, nasabah memiliki kesempatan untuk memastikan detail biaya sebelum menggunakan layanan.

Biaya Top Up GoPay Melalui Mandiri Juga Naik

Selain biaya tarik tunai tanpa kartu, Bank Mandiri juga akan menyesuaikan biaya admin top up GoPay mulai 15 Juli 2026.

Biaya top up GoPay naik dari Rp1.000 menjadi Rp1.200 per transaksi. Perubahan ini berlaku di berbagai kanal Bank Mandiri, seperti ATM, Livin’ by Mandiri, Mandiri Cash Management, teller, dan saluran lainnya.

Biaya admin akan muncul otomatis pada layar konfirmasi. Pendebetan biaya dilakukan bersamaan dengan pendebetan nominal transaksi.

Baca Juga : Tabung Merah Putih Siap Gantikan LPG 3 Kg: Dampak bagi Energi dan Pengelolaan Subsidi Nasional

Dampak Biaya Admin Bank bagi Pelaku Usaha

1. Biaya Kecil Bisa Menjadi Besar Jika Sering Terjadi

Biaya Rp500 atau Rp1.200 memang terlihat kecil. Namun, jika transaksi dilakukan berkali-kali dalam satu bulan, totalnya dapat menjadi beban operasional tambahan. Misalnya, pelaku usaha yang sering melakukan tarik tunai, transfer, atau top up e-wallet untuk kebutuhan bisnis perlu memperhatikan akumulasi biaya tersebut.

Baca Juga :  Tutorial Membuat Kategori Aset Tetap Pada Fitur Accurate Online

2. Pencatatan Biaya Bank Perlu Lebih Rapi

Setiap biaya admin bank sebaiknya dicatat sebagai beban administrasi bank. Jika tidak dicatat, laporan keuangan bisa kurang akurat, Pencatatan yang rapi membantu pemilik usaha mengetahui berapa besar biaya transaksi digital yang dikeluarkan dalam satu periode.

3. Arus Kas Usaha Perlu Dipantau Secara Berkala

Perubahan biaya layanan bank juga berkaitan dengan arus kas. Pemilik usaha perlu memastikan bahwa setiap pengeluaran, termasuk biaya admin, masuk dalam catatan keuangan.

Dengan begitu, bisnis dapat mengetahui posisi kas secara lebih jelas dan menghindari selisih antara saldo bank dan catatan pembukuan.

Cara Accurate Online Membantu Mencatat Biaya Transaksi Bank

Accurate Online dapat membantu bisnis mencatat berbagai transaksi keuangan secara lebih praktis, termasuk biaya administrasi bank.

Melalui Accurate Online, pemilik usaha dapat mencatat pengeluaran, mengelompokkan biaya, memantau arus kas, dan membuat laporan keuangan secara otomatis. Hal ini memudahkan bisnis dalam memahami kondisi keuangan tanpa harus menghitung semuanya secara manual.

Accurate Online juga membantu proses rekonsiliasi bank, sehingga saldo di laporan keuangan dapat disesuaikan dengan mutasi rekening. Fitur ini penting bagi bisnis yang rutin menggunakan layanan perbankan digital.

Tips Mengelola Biaya Admin Bank untuk Bisnis

1. Periksa Biaya Sebelum Melakukan Transaksi

Sebelum menyetujui transaksi, pastikan biaya admin sudah sesuai. Kebiasaan ini membantu bisnis menghindari pengeluaran yang tidak terpantau.

2. Catat Semua Biaya Administrasi

Jangan abaikan biaya kecil. Catat setiap biaya admin bank sebagai bagian dari pengeluaran usaha.

3. Gunakan Software Akuntansi Online

Gunakan Accurate Online untuk mencatat transaksi, mengelola kas, dan menyusun laporan keuangan. Dengan pencatatan digital, pemilik usaha dapat melihat biaya operasional secara lebih cepat dan terstruktur.

Baca Juga :  Dapatkan Harga Terbaik Accurate Online Di Sini

Pengenaan biaya Rp500 untuk tarik tunai tanpa kartu Mandiri dan kenaikan biaya top up GoPay menjadi Rp1.200 menunjukkan bahwa nasabah perlu semakin cermat dalam mengelola transaksi digital.

Bagi pelaku usaha, biaya admin bank perlu dicatat dengan benar agar laporan keuangan tetap akurat. Accurate Online dapat menjadi solusi untuk membantu bisnis mencatat biaya transaksi, memantau arus kas, dan menyusun laporan keuangan secara lebih efisien.

Penjualanonline.id mitra resmi penjualan Accurate