Pada Intinya :

1. Tren penurunan suku bunga acuan bank sentral dunia hingga awal 2026 menjadi sinyal kuat bahwa fase stabilisasi moneter mulai bergerak menuju pelonggaran. Kebijakan ini bertujuan mendorong konsumsi dan investasi dengan membuat biaya pinjaman lebih murah

2. Di Indonesia, tren penurunan BI Rate sepanjang 2025 menunjukkan respons positif dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setiap kali Bank Indonesia memangkas suku bunga, IHSG tercatat menguat

Di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, bank sentral memilih menahan hingga memangkas suku bunga. Langkah ini tentu bukan sekadar angka, tetapi membawa dampak nyata terhadap pasar modal, arus investasi, hingga strategi keuangan perusahaan.

Lalu, apa saja dampaknya bagi pasar modal dan bagaimana pelaku usaha sebaiknya merespons?

Penurunan Suku Bunga dan Reaksi Pasar Modal

Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam jurnal Stock Market Reactions to Interest Rate Changes: Evidence from Emerging Markets oleh Binali Selman Eren dan dirilis dalam Indonesia Capital Market Review (ICMR) 2026, pasar modal di negara berkembang menunjukkan respons yang beragam terhadap kebijakan suku bunga.

Secara umum:

– Suku bunga turun → biaya pinjaman lebih murah → pasar saham cenderung menguat

– Suku bunga naik → biaya pinjaman meningkat → pasar saham cenderung tertekan

Di Indonesia, tren penurunan BI Rate sepanjang 2025 menunjukkan respons positif dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setiap kali Bank Indonesia memangkas suku bunga, IHSG tercatat menguat.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif kebijakan pelonggaran moneter domestik.

Namun menariknya, respons berbeda terjadi ketika bank sentral negara maju memangkas suku bunga. Saat Federal Reserve atau European Central Bank (ECB) menurunkan suku bunga, pasar negara berkembang justru sering bereaksi negatif dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Accurate Online Software Akuntansi Berbasis Cloud yang Mudah Diakses Kapan Saja

Mengapa bisa berbeda?

Karena pasar berkembang seperti Indonesia masih sangat sensitif terhadap:

– Aliran modal asing

– Fluktuasi nilai tukar

– Struktur pasar keuangan yang belum sepenuhnya matang

Baca Juga : 7 Ide Bisnis Parcel Lebaran Menguntungkan + Tips Kelola Keuangan dengan Accurate Online

Abnormal Return: Ketika Pasar Bereaksi Tidak Biasa

Penelitian tersebut juga membahas konsep Average Abnormal Return (AAR) dan Cumulative Average Abnormal Return (CAAR).

Sederhananya, abnormal return terjadi ketika kinerja saham menyimpang dari pola normalnya akibat suatu peristiwa besar — misalnya pengumuman suku bunga.

Contohnya:

Jika biasanya saham naik 1% per hari, tetapi saat pengumuman suku bunga justru turun 2%, maka terjadi selisih -3%. Inilah yang disebut abnormal return.

Temuan riset menunjukkan:

– Beberapa negara mengalami reaksi negatif sebelum dan sesudah pengumuman.

– Ada pula negara yang mencatat respons positif signifikan.

Artinya, kebijakan suku bunga bisa menciptakan volatilitas yang cukup tajam baik peluang maupun risiko.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha?

Banyak pebisnis berpikir bahwa kebijakan suku bunga hanya berdampak pada investor saham. Padahal, dampaknya jauh lebih luas.

Ketika suku bunga turun:

– Kredit modal kerja lebih murah

– Ekspansi usaha lebih menarik

– Konsumsi masyarakat berpotensi meningkat

Namun di sisi lain:

– Volatilitas pasar bisa meningkat

– Nilai tukar bisa berfluktuasi

– Arus kas bisnis perlu lebih terkontrol

Dalam situasi seperti ini, pengelolaan keuangan bisnis menjadi sangat krusial.

Pentingnya Monitoring Keuangan Secara Real-Time

Di tengah dinamika suku bunga dan pasar modal, pelaku usaha tidak cukup hanya mengikuti berita ekonomi. Mereka perlu:

– Memantau arus kas harian

– Mengontrol beban bunga pinjaman

Baca Juga :  Ingin Accounting Software Online Mudah? Accurate Online Solusinya!

– Menganalisis laporan laba rugi secara akurat

– Mengambil keputusan berbasis data

Di sinilah peran sistem akuntansi digital seperti Accurate Online menjadi relevan.

Dengan fitur laporan keuangan real-time, monitoring hutang-piutang, serta analisis arus kas yang terintegrasi, bisnis dapat:

– Menghitung dampak perubahan suku bunga terhadap beban usaha
– Menyusun strategi ekspansi dengan lebih terukur
– Mengantisipasi risiko likuiditas
– Mengambil keputusan investasi lebih cepat

Bukan sekadar mencatat transaksi, tetapi membantu membaca kondisi keuangan secara menyeluruh di tengah perubahan ekonomi.

Langganan Accurate Online melalui www.penjualanonline.id dengan tim expert berpengalaman respon cepat dan ramah dalam pelayanan

KLIK DISINI Untuk Langganan Accurate