Pada Intinya :

1. Saldo piutang adalah total nilai uang yang masih harus diterima perusahaan dari pelanggan atas transaksi penjualan secara kredit saldo ini biasanya muncul di neraca sebagai bagian dari aset lancar

2. Saldo piutang merupakan indikator penting dalam keuangan usaha. Dengan memahami cara menghitungnya, pemilik bisnis dapat memantau kondisi keuangan dengan lebih baik untuk kemudahan dan akurasi, gunakan Accurate Online agar perhitungan saldo piutang bisa dilakukan secara otomatis dan real-time

Piutang usaha merupakan salah satu komponen penting dalam laporan keuangan. Banyak pemilik bisnis yang sudah mencatat penjualan, tetapi belum memahami cara menghitung saldo piutang dengan benar. Padahal, pengelolaan piutang yang tepat sangat berpengaruh terhadap arus kas perusahaan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap cara menghitung saldo piutang beserta contoh penerapannya dalam akuntansi usaha, baik secara manual maupun menggunakan software seperti Accurate Online.

Apa Itu Saldo Piutang?

Saldo piutang adalah total nilai uang yang masih harus diterima perusahaan dari pelanggan atas transaksi penjualan secara kredit saldo ini biasanya muncul di neraca sebagai bagian dari aset lancar

Semakin besar saldo piutang, semakin banyak dana perusahaan yang masih tertahan di pelanggan.

Komponen yang Membentuk Saldo Piutang

Untuk menghitung saldo piutang, Anda perlu mengetahui beberapa komponen berikut:

– Saldo awal piutang

– Penjualan kredit selama periode berjalan

– Pembayaran dari pelanggan

– Retur penjualan atau potongan piutang

– Rumus Menghitung Saldo Piutang

Secara umum, rumus saldo piutang adalah:

Saldo Piutang Akhir = Saldo Awal + Penjualan Kredit – Pembayaran – Retur/Potongan

Contoh Perhitungan Saldo Piutang Usaha

Misalnya sebuah usaha memiliki data berikut:

– Saldo awal piutang: Rp10.000.000

Baca Juga :  Cara Menggunakan Jurnal Umum di Software Accurate Online

– Penjualan kredit bulan ini: Rp25.000.000

– Pembayaran pelanggan: Rp15.000.000

– Retur penjualan: Rp2.000.000

Maka:

Saldo Piutang Akhir = 10.000.000 + 25.000.000 – 15.000.000 – 2.000.000
= Rp18.000.000

Artinya, perusahaan masih memiliki piutang sebesar Rp18 juta yang belum tertagih.

Cara Menghitung Saldo Piutang Secara Manual

Mengumpulkan Data Piutang dari Transaksi Penjualan Kredit

Langkah pertama adalah mengidentifikasi semua transaksi penjualan kredit yang terjadi selama periode tertentu. Setiap penjualan kredit akan menambah saldo piutang.

Data yang perlu dicatat meliputi:

– Nama pelanggan

– Tanggal transaksi

– Nilai penjualan

– Jatuh tempo pembayaran

Dengan pencatatan ini, perusahaan dapat mengetahui berapa total tagihan yang harus diterima.

Mencatat Semua Pembayaran dari Pelanggan

Setiap pembayaran yang dilakukan pelanggan akan mengurangi saldo piutang. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencatat semua penerimaan pembayaran.

Informasi yang harus dicatat:

– Tanggal pembayaran

– Jumlah yang dibayarkan

– Metode pembayaran

– Piutang yang dilunasi

Ini membantu agar saldo piutang tetap akurat dan sesuai dengan kondisi nyata.

Baca Juga : Menkeu Purbaya Akui Kebijakan Likuiditas Belum Optimal, Ini Dampaknya bagi Pasar Keuangan

Menghitung Retur Penjualan dan Potongan Piutang

Jika ada pelanggan yang mengembalikan barang (retur), maka nilai tersebut harus dikurangi dari saldo piutang begitu juga jika perusahaan memberikan potongan pembayaran atau diskon, nilai ini juga harus diperhitungkan.

Dengan cara ini, saldo piutang tidak akan lebih besar dari nilai sebenarnya.

Menggunakan Rumus untuk Mendapatkan Saldo Piutang Akhir

Setelah semua data lengkap, gunakan rumus saldo piutang:

Saldo Piutang Akhir = Saldo Awal + Penjualan Kredit – Pembayaran – Retur/Potongan

Langkah ini akan memberikan angka akhir saldo piutang yang benar.

Baca Juga :  Dapatkan Harga Terbaik Accurate Online Di Sini

Kenapa harus dengan Accurate Online

1. Pencatatan Otomatis dari Transaksi Penjualan Kredit

Dalam Accurate Online, setiap penjualan kredit yang dibuat akan otomatis masuk ke daftar piutang pelanggan. Pengguna tidak perlu menghitung atau mencatat secara manual.

2. Pembayaran Pelanggan Mengurangi Saldo Secara Real-Time

Saat pelanggan melakukan pembayaran, saldo piutang akan langsung berkurang secara otomatis. Ini memudahkan pemilik usaha memantau status pembayaran tanpa harus membuka buku besar.

3. Laporan Umur Piutang Membantu Mengontrol Jatuh Tempo

Accurate Online menyediakan fitur laporan umur piutang, yang menunjukkan:

– Piutang yang sudah jatuh tempo

– Piutang yang akan jatuh tempo

– Pelanggan dengan risiko pembayaran lambat

Dengan laporan ini, perusahaan bisa lebih cepat menagih dan mengontrol cashflow.

4. Meminimalkan Risiko Piutang Macet

Dengan sistem digital seperti Accurate, bisnis dapat:

– Menghindari kesalahan pencatatan

– Memantau histori transaksi pelanggan

– Mengontrol piutang lebih profesional

– Pentingnya Mengelola Piutang Usaha

Saldo piutang yang tidak terkontrol dapat menyebabkan:

– Cashflow tersendat

– Risiko piutang macet

– Kesalahan laporan keuangan

Karena itu, bisnis disarankan menggunakan sistem digital seperti Accurate Online agar pengelolaan piutang lebih rapi dan profesional.

Saldo piutang merupakan indikator penting dalam keuangan usaha. Dengan memahami cara menghitungnya, pemilik bisnis dapat memantau kondisi keuangan dengan lebih baik untuk kemudahan dan akurasi, gunakan Accurate Online agar perhitungan saldo piutang bisa dilakukan secara otomatis dan real-time.

Jika Anda ingin belajar lebih dalam tentang Accurate Online dan praktik akuntansi usaha, Anda bisa mengikuti pelatihan di FAC Institute, tim training resmi Accurate di Indonesia

Langganan Accurate Online melalui www.penjualanonline.id dengan tim expert berpengalaman respon cepat dan ramah dalam pelayanan

Baca Juga :  Digitalisasi Usaha dengan Aplikasi Akuntansi Super Lengkap Accurate untuk Maksimalkan Costumer Experience

KLIK DISINI Untuk Langganan Accurate