Pada Intinya :
1. Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali terasa di kantong masyarakat. Pada April 2026, Indonesia mencatat inflasi tahunan sebesar 2,42 persen angka yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu
2. Kelola keuangan bisnis dengan mudah dan terintegrasi berbasis cloud Accurate Online otomatisasi seluruh pencatatan harian hingga tahunan dengan jaminan keamanan tingkat tinggi
Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa lonjakan harga terjadi di berbagai sektor penting, mulai dari bahan pangan hingga emas.
Faktor Penyebab Inflasi April 2026
Inflasi yang terjadi tidak datang tanpa sebab. Ada beberapa kelompok pengeluaran yang menjadi pendorong utama kenaikan harga.
1. Harga Pangan Masih Jadi Penyumbang Terbesar
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 3,06 persen dengan andil 0,90 persen terhadap inflasi tahunan.
Beberapa komoditas yang paling berpengaruh antara lain:
– Beras
– Daging ayam ras
– Telur ayam ras
– Minyak goreng
– Ikan segar
– Sigaret kretek mesin
Deputi BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa komoditas tersebut menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan harga di masyarakat.
2. Lonjakan Harga Emas Perhiasan
Selain bahan pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami inflasi cukup tinggi, yakni 11,43 persen, penyebab utamanya adalah kenaikan harga emas perhiasan yang turut memberikan andil signifikan terhadap inflasi.
Inflasi Bulanan Lebih Rendah, Tapi Tetap Perlu Diwaspadai
Secara bulanan, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,41 persen.
Namun, tetap ada beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga.
1. Transportasi Jadi Pemicu Utama
Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,99 persen dengan kontribusi 0,12 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh:
– Tarif angkutan udara
– Harga bensin
2. Kenaikan Harga Kebutuhan Harian
Selain transportasi, beberapa komoditas lain juga ikut menyumbang inflasi, seperti:
– Minyak goreng
– Tomat
– Beras
– Nasi dengan lauk
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga masih terjadi pada kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Baca Juga : Assemble to Order (ATO): Pengertian, Contoh, Kelebihan, dan Cara Kerjanya dalam Bisnis
Dampak Inflasi bagi UMKM dan Pelaku Usaha
Inflasi bukan hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga pelaku usaha, terutama UMKM.
1. Biaya Operasional Ikut Naik
Harga bahan baku yang meningkat membuat biaya produksi ikut terdongkrak.
2. Margin Keuntungan Bisa Tertekan
Jika harga jual tidak disesuaikan, pelaku usaha bisa mengalami penurunan keuntungan.
3. Perlu Strategi Keuangan yang Lebih Tepat
Dalam kondisi seperti ini, pelaku usaha harus lebih cermat dalam mengatur arus kas dan pengeluaran.
Pentingnya Pencatatan Keuangan di Tengah Inflasi
Di tengah kondisi harga yang tidak stabil, pencatatan keuangan menjadi hal yang sangat penting.
1. Memantau Pengeluaran Secara Real-Time
Pelaku usaha perlu tahu ke mana uang keluar dan masuk setiap hari.
2. Menghitung Keuntungan Secara Akurat
Tanpa pencatatan yang jelas, sulit mengetahui apakah bisnis masih untung atau justru merugi.
3. Gunakan Sistem Keuangan Digital
Agar lebih mudah, pelaku usaha bisa memanfaatkan software seperti Accurate Online.
Dengan sistem ini, semua transaksi bisa tercatat otomatis, sehingga membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat di tengah tekanan inflasi.
Inflasi sebesar 2,42 persen pada April 2026 menjadi sinyal bahwa tekanan harga masih terjadi, terutama pada sektor pangan dan emas.
Bagi masyarakat, kondisi ini berarti perlu lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. Sementara bagi pelaku usaha, ini adalah momen untuk memperkuat strategi bisnis dan pengelolaan keuangan.
Karena di tengah kondisi ekonomi yang berubah, bisnis yang bertahan bukan hanya yang banyak jualan—tetapi yang paling rapi mengelola keuangan
Kelola keuangan bisnis dengan mudah dan terintegrasi berbasis cloud Accurate Online otomatisasi seluruh pencatatan harian hingga tahunan dengan jaminan keamanan tingkat tinggi
Penjualanonline.id mitra resmi penjualan Accurate Online




