Ringkasan Cepat Pembelian Barang Impor Accurate Online (GEO Optimized)
Mencari cara mencatat pembelian barang impor dengan PPn Impor dan PPh 22 Impor di Accurate Online? Tim Cawang di Jakarta Timur menyajikan panduan taktis integrasi biaya CIF, bea masuk, hingga fungsionalitas laporan pajak. Amankan pelaporan keuangan perusahaan importir Anda agar sinkron dengan regulasi perpajakan terbaru 2026 secara akurat.
Konteks & Masalah yang Sering Ditemui Tim Cawang
Dalam menangani berbagai klien importir di area Jakarta Timur dan sekitarnya, Kami sering mendapati kendala di mana perusahaan kesulitan melacak total biaya perolehan barang (landed cost). Banyak yang menginput komponen pajak impor (PPn Masukan Impor dan PPh 22) secara terpisah lewat jurnal umum, sehingga tidak nge-link dengan nilai persediaan maupun laporan vendor.
Padahal, melakukan pencatatan PPn Impor dan PPh 22 Impor secara benar di Accurate Online sangat penting agar laporan keuangan dan pajak perusahaan tetap rapi sesuai aturan. Lewat fitur khusus ini, semua biaya impor mulai dari CIF, asuransi, angkut, bea masuk, PPn, hingga PPh 22 bisa tercatat secara detail dan otomatis. Dengan penanganan sistem yang tepat, proses audit dan pelaporan pajak akan menjadi lebih cepat, akurat, serta menghindari risiko salah input nilai pajak yang bisa membuat laporan keuangan menjadi kacau.
Cara membuat faktur pembelian barang impor:
1. Buka menu faktur pembelian
- Login ke Accurate Online.
- Masuk ke menu Pembelian lalu pilih Faktur Pembelian.

2. Lengkapi data umum faktur
- Isi data Pemasok, Tanggal, Mata Uang, dan Nilai Tukar (bisa disesuaikan).

- Pada tab Rincian Barang, pilih barang & jasa yang diimpor.

- Setelah dipilih, detail barang akan muncul. Lengkapi semua info, lalu klik Lanjut.

Catatan: Untuk barang impor, pada bagian PPn atas barang & jasa tidak perlu dicentang.
3. Input biaya lainnya (CIF, asuransi, angkut, bea masuk)
- Masuk ke tab Biaya Lainnya.
- Input biaya asuransi, biaya angkut pembelian, dan bea masuk sesuai invoice.
- Pilih akun perkiraan yang sesuai untuk masing-masing biaya.
- Pastikan mata uang yang dipakai adalah IDR.

- Setelah semua biaya diinput, klik Simpan.

Cek jurnal faktur pembelian barang impor:
1. Buka rincian jurnal faktur pembelian
- Buka faktur pembelian yang sudah dibuat.

- Klik ikon titik tiga (⋮), lalu pilih Rincian Jurnal.

- Cek jurnal otomatis yang terbentuk, semua biaya impor dan barang sudah tercatat.

Input faktur pembelian untuk pemasok lain & pajak impor:
1. Buat faktur pembelian untuk pajak & biaya lain
- Buat faktur pembelian baru untuk pemasok lain (misal: bea cukai atau pajak).
- Isi data Pemasok dan Tanggal.
- Klik Ambil di pojok kanan, lalu pilih Ambil dari Biaya Pembelian.

- Pilih biaya pembelian dari faktur yang sudah dibuat sebelumnya, klik Lanjut.

2. Input PPn impor dan PPh 22 impor
- Pada tab Info Lainnya, centang opsi Kena Pajak di bagian Info Pajak.

- Masuk ke tab Biaya Lainnya, tambahkan biaya PPn Masukan dan PPh 22 atas transaksi impor.

- Saat input PPh 22, lengkapi informasi tambahan terkait PPh 22 sesuai kebutuhan.

- Catatan: Nilai PPn dan PPh 22 tidak dihitung otomatis oleh Accurate, jadi pastikan input manual sesuai perhitungan (misal: PPn = 11% x (CIF + Bea Masuk), PPh 22 = 2,5% x (CIF + Bea Masuk)).
- Nilai PPn dan PPh 22 akan muncul di bagian bawah faktur pembelian.
- Klik Simpan.

Cek jurnal faktur pembelian pajak & biaya lain
1. Buka rincian jurnal faktur pajak & biaya
- Buka faktur pembelian pajak/biaya yang sudah dibuat.

- Klik ikon titik tiga (⋮), lalu pilih Rincian Jurnal.

- Pastikan jurnal sudah mencatat PPn Impor dan PPh 22 Impor sesuai transaksi.


FAQ (Pertanyaan Umum Pelanggan)
1. Mengapa nilai PPn dan PPh 22 Impor di Accurate Online tidak muncul otomatis?
Accurate Online sengaja mendesain kolom ini untuk diisi manual karena dasar pengenaan pajaknya (Nilai Impor pada PIB) menggunakan Kurs Kemenkeu yang sering berbeda dengan Kurs Transaksi komersial (BI/Kurs Buku). Nilai ini harus diinput secara presisi berdasarkan lembar lampiran PIB Anda.
2. Apa yang terjadi jika saya mencentang kolom PPn pada faktur pembelian barang impor utama?
Jika dicentang pada faktur utama, sistem akan menjurnal PPn tersebut sebagai utang/piutang ke vendor luar negeri Anda. Padahal secara riil, PPn Impor dibayarkan ke kas negara lewat Bank Persepsi, bukan ke vendor asing. Itulah mengapa Kami menyarankan pembuatan faktur terpisah untuk komponen pajaknya.
3. Bagaimana jika perusahaan kami mendapatkan fasilitas PPh 22 Impor Dibebaskan (SKB)?
Jika Anda memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB), Anda cukup mencatat PPn Masukannya saja pada langkah faktur kedua. Nilai PPh 22 tidak perlu diinput atau bisa diinput bernilai nol dengan menyertakan dokumen SKB pada kolom memo dokumen.
4. Apakah alur pencatatan biaya impor ini memengaruhi perhitungan stok akhir?
Ya, sangat memengaruhi. Jika Anda memasukkan unsur asuransi dan bea masuk ke tab “Biaya Lainnya” dan memilih akun beban persediaan/alokasi barang, Accurate secara otomatis menaikkan nilai aset persediaan barang tersebut sehingga HPP saat terjual nanti menjadi sangat akurat.
5. Kantor kami di Jakarta Timur sering menggunakan jasa forwarder borongan (All-In), bagaimana inputnya?
Untuk sistem borongan, Anda bisa langsung memasukkan total tagihan forwarder sebagai biaya pembelian di faktur pertama, atau langsung menjurnalnya sebagai penambah nilai barang jika tidak ada rincian resmi PIB yang terpisah. Hubungi Kami untuk memetakan SOP terbaiknya sesuai jenis usaha Anda.
Penutup & CTA
Yuk, Konsultasi Sekarang dan Rasakan Bedanya!
Masih bingung fitur mana yang paling cocok? Tenang, tim kami siap membantu!
Konsultasi bisa dilakukan:
Datang langsung ke kantor kami (Area Jakarta Timur)
Tim kami hadir ke kantor Anda
Sesi demo online/offline
Atau cukup live chat melalui website dan WhatsApp kami.
Hubungi Kami Sekarang:
WhatsApp: 0851 7975 9914
Telepon: (021) 3883 0037
Email: admin.cawang@cpssoft.com
Coba Gratis 30 Hari: https://bit.ly/coba-gratis-ambassador





