Manajemen persediaan yang tepat merupakan salah satu aspek penting dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat. Di Accurate Online, sistem pengelolaan persediaan beroperasi secara berkala dan mendukung metode penilaian rata-rata, sehingga setiap transaksi yang terjadi baik masuk maupun keluar akan langsung memengaruhi nilai persediaan dan nilai Harga Pokok Penjualan (HPP).

Walaupun dalam situasi tertentu, jumlah stok dapat menjadi negatif, contohnya saat terjadi penjualan sebelum stok fisik di gudang dicatat. Namun, Accurate Online tetap dapat menghitung nilai persediaan untuk transaksi yang keluar dengan menggunakan metode rata-rata, sehingga HPP dan nilai persediaan tetap tercatat secara tepat.

Pada kesempatan ini, kita akan menjelajahi cara menghitung nilai persediaan ketika mengalami stok negatif menggunakan metode rata-rata di Accurate Online, disertai dengan langkah-langkah perhitungan disertakan contoh tanggal dan angka yang relevan.

Ilustrasi:

Kasus Transaksi Stok Negatif — 12 April 2025

Misalkan pada akhir periode 11 April 2025, Anda memiliki informasi persediaan sebagai berikut:

  • Nilai Persediaan Akhir sebelum Stok Negatif: Rp 925. 000. 000
  • Kuantitas Akhir sebelum Stok Negatif: 115. 000 unit
  • Kemudian, pada 12 April 2025, terjadi penjualan yang membuat stok menjadi negatif, diikuti dengan pembelian baru sebesar Rp 176. 400. 000 dengan kuantitas 22. 000 unit.

1. Menghitung nilai rata-rata persediaan per unit

Dalam metode rata-rata, nilai persediaan per unit dihitung berdasarkan penjumlahan nilai persediaan sebelumnya sebelum terjadinya minus dengan nilai persediaan yang masuk setelah minus, dibagi dengan total kuantitas yang ada secara teoritis.

Rumus Perhitungan Nilai Rata-rata per Unit:

  • (Nilai Persediaan sebelum Minus + Nilai Persediaan yang Masuk) ÷ (Kuantitas sebelum Minus + Kuantitas Masuk)

Dengan angka yang disebutkan, maka

  • = (Rp 925. 000. 000 + Rp 176. 400. 000) ÷ (115. 000 + 22. 000)
  • = Rp 1. 101. 400. 000 ÷ 137. 000
  • = Rp 8. 041,61 per unit
Baca Juga :  Cara Mencari Data dengan Dua Kata Kunci di Accurate Online

Dengan demikian, nilai persediaan rata-rata di Accurate Online adalah sekitar Rp 8. 041,61 per unit.

2. Menghitung nilai persediaan yang keluar untuk penjualan

Setelah mengetahui nilai rata-rata per unit, langkah berikutnya adalah menghitung nilai persediaan yang keluar pada transaksi penjualan yang mengakibatkan stok menjadi negatif.

Sebagai contoh, pada tanggal yang sama dilakukan penjualan sebanyak 120. 500 unit.

Perhitungan nilai persediaan yang keluar:

Nilai Rata-rata per Unit × Kuantitas Keluar

= Rp 8. 041,61 × 120. 500

≈ Rp 969. 414. 105

Hasil ini menunjukkan nilai HPP yang dicatat atas penjualan saat stok mengalami minus. Nilai ini otomatis digunakan oleh sistem untuk membuat jurnal dan menghitung laporan keuangan di Accurate Online.

Bagaimana Accurate Online menangani stok negatif?

  • Accurate Online menerapkan metode perpetual dengan rata-rata biaya, sehingga nilai persediaan serta HPP akan selalu dihitung secara real-time setiap kali ada transaksi yang masuk atau keluar.
  • Ketika terjadi stok yang negatif, sistem tetap menghitung nilai persediaan yang keluar berdasarkan nilai rata-rata, dan akan menyesuaikan kembali saat terjadi stok masuk berikutnya.

Hasil perhitungan rata-rata biaya dengan stok negatif akan tercermin dalam laporan Rincian Nilai Persediaan, sehingga laporan stok dan laporan keuangan tetap akurat sesuai dengan transaksi yang berlangsung.